Minggu, 07 Februari 2016

Cinta Terlarang

hai baru bisa update sekarang sekian lama udah ngga update blog ini akhirnya update lagi..
sebenernya disini aku juga masih banyak tugas dan mau ujian juga buat kelulusan nanti ^^ tapi aku nyempetin waktu buat update blog ini...
silahkan di baca guys..



Septikayana.blogspot.com


PERI CINTAKU


"Sampai kapan hubungan kita backstreet terus, Clara?"
"Aku..aku.."

Clara menangis dan memejamkan mata erat-erat, kurasakan sebuah pelukan hangat Christian. Kini, aku menangis dalam pelukannya.

"Aku tidak tahu Christian, aku takut hubungan kita tak akan di restui" jawab Clara sambil menangis.

Cowok yang Clara kenal sejak masa MOS ini membelai rambut rambut panjangnya dengan lembut, ia lalu melepaskan pelukannya. Tanggannya menyentuh pipi Clara dan menghapus air matanya.

"Hubungan kita memang berat ya, ra. jujur, aku udah lelah dengan hubungan ini. Maaf ya, kali ini aku akan menepis rasa lelah itu. aku nggak mau kehilangan kamu Clara andai saja kita seiman dan seagama" ucap Christian.

Kata-kata Christian membuat Clara ingin menangis sekeras-kerasnya. Ya, cowok tampan putih oriental dan populer di sekolah ini beragama Kristen. sadangkan Clara, beragama Islam. sepasang insan yang berbeda keyakinan, angin berhembus dengan lembutnya kala itu daun yang berguguran menandakan ikut menjadi saksi bisu duka yang mereka rasakan.  Ditaman itu, Clara dan Christian saling berpelukan.

"Aku janji, besok akan ada yang istimewa untukmu Clara" janji Christian. Clara hanya tertegun mendengarnya.

Koridor sekolah, hari ini Clara berlari-lari di koridor sekolah dengan tergesa-gesa. Anita sahabat Clara ikut berlari mengikuti kemana arah Clara berlari, wajahnya yang tembem terlihat jelas bahwa ia telah mengejarku.

"Clara, gua cape nih! berhenti dulu kenapa? lagian lu kayak ngga ada kerjaan aja lari-lari kayak gitu" omel Anita. Clara yang tidak peduli dengan ocehan sahabtanya itu, lagi pula Anita kapan lagi latihan untuk nguruskan badannya hehehe...

"Aduh nita, sabar dikit kenapa sih? gua lagi nyari Christian nih. Gua mau menagih janjinya" ucap Clara sambil berlari. " Halah, Clara..Clara.. kenpa ngga bilang dari tadi Christian dari tadi ada di atas panggung" ucap Anita yang kelelahan. "Yaelah nit, mana gua tahu kalau lu tahu dimana Christian"  jawab Clara. seketika tangannya Anita ditarik dan menggandengnya menuju panggung pensi.

Lapangan sekolah~
"Christian mana sih? ngga ada tuh nit" keluh Clara yang kecapean sambil mendonggakan kepalanya ke arah panggung. "Tadi Christian ada disana. gua beneran sumpah deh" jawab Anita yang yakin dengan tangan membentuk huruf V. Clara putus asa mencari Christian di atas panggung hanya ada personil "the boys" yang sedang tampil dengan membawakan lagu Love yourself dari Justin Bieber. "Terima kasih, terima kasih" ucap vokalis the boys. Penampulan band the boys telah usai, tiba-tiba muncul seorang cowo dari tangga pensi menuju mickrofon. dialah cowok yang sedari tadi membuat Clara berlari-lari disepanjang koridor untuk mencarinya.
"Lagu yang saya bawakan ini khusu untuk cewek yang saya sayangi, Clara" ucap Christian diatas panggung. Clara yang terpana melihat penampilan cowoknya diatas panggung. "Inikah sesuatu istimewa yang ia janjikan untukku?" ucap Clara dalam hati.

--Aku untuk kamu
kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin
iman kita yang berbeda
tuhan memang satu
kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takan bisa pergi--

Sebait reff lagu Marcell Siahaan, yang Christian nyanyikan membuat Clara tak kuasa menjatuhkan air matanya. Entah, apa karena suara merdunya atau karena Clara memahami maknanya hal yang istimewa itu sukses membuat Clara menangis. Entah tangis haru atau tangis karena sedih.
"terima kasih semuanya" ucapnya setelah menyanyikan lagu itu.
penonton yang bertepuk tangan itu tiba-tiba bersorak ramai lantaran Christian turun dari panggung dan berlari memeluk Clara. Sontak saja Clara terkejut, Anita yang berada di samping Clara dan sedari tadi menggandeng tangannya secara reflek melepaskannya. Christian masih terdiam dalam pelukannya. Christian lalu menarik tangan Clara dengan kencang dan mengaajaknya untuk pulang,
sorak sorak penonton meledek Christian yang sangat romantis terhadap Clara mukanya pun memerah karena menahan malu.
Sesampainya di rumah Kak Neisy menanyakan siapa yang mengantar Clara pulang dan hanya dibalas dengan senyuman manis Clara, Kak Neisy adalah kakaknya Clara yang beragama kristen itu karena Ayah beragama islam menikah dengan Mama yang kala itu beragama kristen. sekarang, Mama menjadi muallaf hampir 5 tahun. setiap hari raya Kak Neisy merayakannya natal tanpa keluarga. Untungnya, keluarga dari pihak Mama sebagian besar masih beragama kristen. Keluarga Clara hanya mengetahui kalau Clara dan Christian sahabatan, Clara takut jika harus berkata yang sebenarnya pada keluarganya karena tak ingin hubungannya takkan direstui oleh orang tuanya. Makanya, Clara dan Christian menjalani hubungan backstreet.

Ditaman, Christian mengajak Clara bertemu sore ini, padahal mereka baru saja bertemu di sekolah. Clara mengira Christian masih rindu padanya. Christian yang memakai jaket abu-abu dan celana jeansnya duduk dibangku taman pandangannya mentap lurus kekolam yang berada didepannya, Clara lalu melangkahkan kakinya menuju Christian. Dress putih selutut dengan jaket rajut yang dikenakan Clara semakin menunjukan ia adalah gadis yang sangat cantik dengan pakaian yang ia kenakan.
Christian menghela napas panjang.
"Aku ingin kita putus, ra" ucap Christian.
Clara tersentak mendengarnya "Kamu bercanda?" ucap Clara kaget.
"Aku serius, apakah wajahku seperti orang bercanda?" tanya Christian lesu.
Clara tatap lekat wajah Christian memang tidak sedang bercanda. Clara hanya menundukan kepalanya.
"Aku sayang kamu ra tapi kita ngga bisa kaya gini terus, aku cape pacaran diam diam begini mau sampai kapan kita kaya gini ra. Lagipula, aku ingin kita lebih fokus pada ujian kelulusan nanti" ucap Christian sedih.
Clara dan Christian memang sudah sama-sama kelas XII yang sebentar lagi akan menghadapi ujian yang sangat banyak.
"Iya aku juga lelah kalau terus begini Chris, sudah kupikir matang-matang . mungkin ini perpisahan kita" imbuh Clara sambil meneteskan air matanya. Christian yang tak kuasa melihat Clara menangis langsung memeluknya dengan erat dan membelai rambut panjang Clara.
"Terima kasih untuk semuanya ra, aku berharap tuhan memberi rencana-Nya yang indah untuk kita. Dan kamu selamanya akan menjadi peri cintaku, Clara" ucap Christian dan senyumnya kian menggembang.

End.






Untuk kalian yang menjalin hubungan seperti cerita di atas yakinlah rencana tuhan pasti lebih indah, tapi kembali dengan prinsip kalian masing-masing untuk menjalin hubungannya seperti apa dan baiknya bagaimana untuk menjalin hubungan yang romantis.
Thanks guys..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar