Jumat, 31 Juli 2015

"Suasana Baru"

Hai kalian semua ketemu lagi sama aku kali ini aku mau ngepost karya aku sebenernya sih udah lama banget ini tapi awalnya mau buat novel berhubung aku udah ngga bisa ngelanjutinnya aku posting disini aja hehehe...  maaf ya kalau jelek ceritanya^^

"Suasana Baru"

http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2012/01/Alahan-Panjang2.jpg
Septikayana.blogspot.com

 

 Disaat sedang merapikan buku-buku untuk esok dibawa kesekolah tiba-tiba ayah memanggil yang berada di ruang tamu.  Ayah:"Zaelin..." suara yang sangat bersemangat. aku pun mulai terburu-buru untuk merapikannya karna mata pelajaran yang sangat banyak. Zealin:"Iya ayah tunggu sebentar" sambil memasukan buku kedalam tas ransel, kakiku pun mulai menuju menghampiri ayah yang sudah menunggu di ruang tamu sesampai diruang tengah ibupun sudah menungguku. Ayah:"Zaelin ayah akan dipindah tugaskan ke korea selatan jadi kita semua akan pindah kesana" sambil meminum kopi yang hangat. akupun mulai bertanya-tanya dan mulai sangat bingung. Aku:"Apa ayah? ayah tidak salah bicara?" dengan suasana hati yang mulai campur aduk. Ibu yang hanya tersenyum melihat ke kagetanku apa yang di katakan ayah yang sangat terlalu cepat memang dulu keinginanku tinggal disana tetapi apa yang ayah katakan sangat terlalu cepat karna aku pun sudah kelas 3 SMA yang sebentar lagi akan melakukan Ujian Nasional. Ibu:"Ayahmu tidak salah bicara zaelin sebenarnya ayah memberitahu ibu sudah lama tetapi kita sengaja tidak membaritahumu kita menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan ini" sambil tersenyum memandangiku.
Aku:"Ayah ibu bagaimana dengan sekolahku? bahasa kita sehari-hari disana bahkan walaupun ibu mengajar bahasa korea aku belum terlalu bisa bahasanya" protesku dengan pasrah.
Ayah:" tenang saja ayah sudah mendaftar kan kamu di SMA Kirin" ayah sambil menatapku.
Aku:"Iya ayah" hanya dua kata itu yang bisa keluar dari kepala ku.

  Jam 08.00 WIB keluargaku sudah sampai Bandara Seokarno Hatta yang akan berngkat ke korea. delapan jam kemudian sesampainya di Bandara Internasional Incheon tak lama kemuadian keluargaku dijemput oleh anak buah ayahku sesampainya dirumah baruku aku pun penasaran dengan lingkungan disekitarnya kaki pun mulai beranjak berkeliling komplek.
Aku:"Ibu aku mau berkeliling disekitar komplek ini" sambil memohon agar diperbolehkan.
Ibu:"Tapi kau tidak boleh jauh-jauh ya, karna kau belum tau daerah disini" sambil merapikan barang-barang.
Aku:"Siap bu" penuh dengan semangat.
aku mulai berjalan kaki dan berkeliling komplek rumah baruku sambil menghirup udara yang segar sambil terus berjalan dengan jaketku yang tebal ini. akupun mulai kedinginan walaupun jaketku tebal tetapi muka dan telapakku terasa sangat dingin mulai tanganku masuk kedalam saku jaketku dan meraba-raba sambil mencari ponsel. aku mentelfon ibu dengan tangan yang gemetaran yang tak tahan dengan didinginnya udara disini sangat berbeda dengan indonesia.
Aku:"Halo ibu" mulutku gemetaran.
Ibu:"Iya halo zaelin, kau kenapa apakah kau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang kasih tau ibu akan ku jemput" khawatirnya dan takut anaknya hilang.
Aku:"Hahaha tenang saja bu aku tidak tersesat aku hanya ingin tanya bagaimana cara memesan coklat panas" sambil tertawa mendengar ibu khawatir setengah mati.
Ibu:"Ah kau ini membuat ibumu cemas setengah mati saja" jawabnya dan langsung mematikan telfon dariku.
aku pun menghela nafas karna ibu tiba-tiba mematikan telfonnya sedangkan anaknya sedang kebingungan mulai tangan dan mulutku gemetaran dengan suhu udara disini sangat dingin cepat-cepat aku memesan coklat panas selesai aku memesan coklat panasku dan kaki ku mulai berjalan berkeliling sesampainya aku didanau yang sangat sunyi dan sepi akupun terus meminum coklat panasku.
Aku:"Ah tempat apa ini sepi sekali walaupun tempat ini sangat bagus tetapi sangat sunyi aku benci suasana ini" gerutuku.
tetapi ada seorang laki-laki sedang menundukan kepalanya entah apa yang sedang dia alami aku terus memandangi lelaki itu tak lama kemudian lelaki itu meninggalkan danau yang sepi ini dengan ekspresi yang sangat datar. aku mulai terus memandangi lelaki itu sampai hilang oleh pandanganku.

Bersambung.........


Tidak ada komentar:

Posting Komentar